mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Pengertian Tokoh Deuteragonis dan Contohnya [Lengkap]

Pengertian Tokoh Deuteragonis dan Contohnya [Lengkap]

Walaupun kebanyakan dari kalian mungkin baru pertama kali dengar istilah ini, tokoh deuteragonis selalu ada di setiap karya naratif. Baik itu film, novel, pentas drama, teater, termasuk juga cerita pendek.

Tanpa kita sadari, tokoh deuteragonis bisa jadi adalah tokoh yang diciptakan pengarang dengan posisi paling dekat dengan pembaca. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan deuteragonis?

 

Apa Itu Tokoh Deuteragonis?

Deuteragonis
Deuteragonis adalah tokoh paling penting kedua di dalam cerita setelah protagonis. Karena protagonis adalah tokoh utama di dalam sebuah cerita, maka deuteragonis adalah tokoh sekunder atau pemeran utama kedua. 

Posisinya sendiri bisa sebagai tokoh antagonis, pembantu protagonis, atau bahkan keduanya. Kebanyakan deuteragonis sendiri merupakan teman dekat yang membantu protagonis dalam menyelesaikan konfliknya.

Tapi kita bisa kembangkan lagi fungsi tokoh pembantu ini sebagai media pengembangan karakter dan alur cerita.

 

Fungsi Deuteragonis dalam Pengembangan Alur

fungsi deuteragonis

Di dalam cerita, deuteragonis mungkin membantu tokoh protagonis menyelesaikan masalahnya. Tapi bagi pembaca, deuteragonis adalah jembatan antara pengarang dan pembaca ketika ingin menjelaskan suatu peristiwa, kondisi, dan situasi di dalam cerita tersebut.

Kita bisa lihat contohnya dalam novel Harry Potter karya J.K. Rowling. Di sana, tokoh Ron dan Hermione sebagai deuteragonis merupakan jembatan antara sang penulis dalam menjelaskan dunia sihir ke pembaca melalui dialog dengan Harry.

Selain itu, tokoh deuteragonis juga bisa dimanfaatkan untuk eksplorasi dan pengembangan karakter utama agar pembaca bisa mendapatkan gambaran lebih jelas tentang bagaimana karakter tersebut berperilaku, bagaimana sifatnya ke orang-orang terdekat, bagaimana wataknya, dan lain-lain.

 

Bedanya Tokoh Deuteragonis, Protagonis, dan Antagonis

Bila sudah membahas tentang tokoh protagonis, antagonis, dan deuteragonis, memang semuanya terasa semakin rumit.

Sebab, peran deuteragonis bisa berupa tokoh yang berada di posisi protagonis maupun antagonis. Selain itu dalam satu cerita, bisa jadi ada lebih dari satu peran deuteragonis dengan porsi pengembangan karakter yang berbeda.

Sebagai penulis, kita hanya perlu ingat bahwa deuteragonis adalah tokoh terpenting kedua setelah protagonis. Artinya urutan porsi kemunculan, pengembangan karakter, dan dialog di dalam cerita dari yang paling banyak adalah:

  • Protagonis
  • Deuteragonis (bisa protagonis maupun antagonis)
  • Antagonis
  • Tokoh figuran atau cameo

 

3 Jenis Peran Tokoh Deuteragonis

Jenis Peran Tokoh Deuteragonis

Agar tidak bingung mengapa deuteragonis bisa berupa antagonis atau di sisi protagonist, kita akan jelaskan 3 jenis peran deuteragonis yang bisa muncul di dalam sebuah cerita.

 

Teman Dekat (Sidekick)

Yang pertama, deuteragonis bisa dituliskan sebagai teman dekat, partner, atau sidekick dari protagonis. Artinya sudah jelas bahwa tokoh ini berada di sisi protagonis pada cerita tersebut.

Sebagai teman dekat, deuteragonis akan membantu protagonis menghadapi konflik, menjadi pemberi masukan opini kepada tokoh utama, dan menjadi pelengkap dari kekurangan protagonis.

Dalam peran ini, biasanya tokoh sidekick digambarkan sebagai individu yang punya watak berlawanan dengan tokoh protagonis. Contohnya Dr. Watson yang berkepala dingin, Ron yang selalu gagal dalam semua hal, atau Captain Jack Sparrow yang selalu gegabah.

 

Rival (Antagonis)

Jika deuteragonis ditulis sebagai tokoh yang berlawanan dengan protagonis, artinya tokoh tersebut memiliki dua peran di dalam satu cerita. Peran yang pertama adalah sebagai deuteragonis, dan peran yang kedua adalah sebagai antagonis utama.

Seperti yang sudah dikatakan tadi, deuteragonis adalah tokoh kedua paling penting di dalam cerita. Sehingga sebagai antagonis, tokoh ini akan menarik perhatian pembaca lebih tinggi dibandingkan teman-teman sang protagonis.

Kita bisa lihat contoh deuteragonis sebagai antagonis dalam naskah film Spiderman Trilogi. Walaupun awalnya diperkenalkan sebagai teman, tokoh Harry Osborn berkembang menjadi antagonis pada film tersebut.

Artinya ia merupakan karakter paling penting kedua setelah protagonis, yang mendapatkan pengembangan karakter dan kemunculan di setiap film, sekaligus merupakan salah satu antagonis utama.

 

Love Interest

Yang terakhir, deuteragonis juga bisa berperan sebagai love interest atau tokoh yang punya peran ada kaitannya dengan hubungan cinta ke tokoh protagonis.

Love interest adalah peran yang paling umum digunakan sebagai deuteragonis dalam karya narasi bergenre drama.

Kita bisa melihat contohnya dalam novel Dilan karya Pidi Baiq, dimana tokoh Milea merupakan love interest dari protagonis. Milea pun menjadi tokoh kedua paling penting dalam seluruh alur cerita tersebut.

 

Contoh Penokohan Deuteragonis dalam Drama dan Karya Naratif Modern

Untuk mempelajari lebih dalam tentang penokohan deuteragonis, kita bisa menonton atau membaca karya naratif di bawah dan memerhatikan penulisan tokoh-tokoh berikut ini.

 

Dr. Watson dalam Sherlock Holmes

Dr. Watson dalam Sherlock Holmes adalah contoh penokohan deuteragonis yang wataknya kebalikan dari tokoh utama.

Jika Sherlock Holmes adalah detektif yang selalu bertindak secara spontan, Dr. Watson punya sifat selalu memikirkan matang-matang sebelum melakukan sesuatu. Jika Sherlock Holmes adalah orang yang miskin dan urakan, Dr. Watson adalah tokoh yang rapi dan punya kedudukan di mata para pejabat pemerintahan.

Kontras antara tokoh utama dengan sidekicknya membuat pengembangan karakter jadi lebih unik dan dinamis.

 

Hermione dan Ron dalam Harry Potter

Dalam Harry Potter, kita bisa mempelajari cara menulis tokoh deuteragonis lebih dari satu namun dalam porsi yang seimbang.

Baik Ron maupun Hermione sama-sama mendapatkan pengembangan karakter yang cukup, sehingga kita bisa merasakan empati di setiap peristiwa yang melibatkan kedua tokoh ini.

Tapi di saat yang bersamaan, porsi pengembangan karakter Ron dan Hermione tidak menyaingi porsi Harry sebagai tokoh utama. Sehingga kita tetap bisa fokus pada tokoh protagonis utama dalam menyelesaikan konflik di dalam ceritanya.

Salah satu alasan mengapa Harry Potter bisa punya dua karakter dengan peran deuteragonis yang berhasil dikembangkan dengan baik adalah karena buku ini terbit dalam banyak seri. Sehingga sang penulis bisa lebih leluasa dalam mengembangkan tiap tokohnya tanpa terlalu dibatasi oleh jumlah kata atau halaman dalam satu buku.

 

Nurse Angelica dalam Romeo and Juliet

Sama seperti Ron, Hermione, dan Dr. Watson, Nurse Angelica juga merupakan deuteragonis yang berada di sisi protagonist.

Bedanya, pengembangkan karakter Nurse Angelica di karya naratif ini lebih halus dan tugasnya benar-benar hanya untuk membantu tokoh utama saja, yaitu Juliet.

Sedangkan Dr. Watson, Ron, dan Hermione punya konflik masing-masing yang tidak ada hubungannya dengan tokoh utama dalam cerita mereka.

 

Darth Vader dalam Seri Film Star Wars

Terakhir, kita bisa belajar bagaimana cara menulis deuteragonis sebagai antagonis lewat karakter Darth Vader.

Di 6 episode pertama Star Wars, Darth Vader adalah antagonist utama yang mendapatkan porsi pengembangan karakter kedua terbanyak dibandingkan dengan tokoh utamanya yaitu Luke Skywalker.

Perannya sebagai antagonist diakhiri sebagai jembatan untuk mengembangkan karakter utama Luke Skywalker lebih luas lagi.

 

Secara tidak sadar, setiap cerita yang kita tulis pasti punya tokoh deuteragonis di dalamnya. Tapi setelah memahami pengertian dan fungsi sebenarnya, kita bisa memanfaatkan peran dari karakter ini untuk meningkatkan kualitas karya tulis kita.

Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Freelance, Content Writer, Bloger, dan Kontributor di beberapa media.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar