mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Konjungsi Eksternal dan Internal + Contoh [Lengkap]

Konjungsi Eksternal dan Internal + Contoh [Lengkap]

Konjungsi eksternal dan internal

Ada dua macam konjungsi atau kata hubung yang akan admin jelaskan pada konten ini, yaitu konjungsi eksternal dan internal. Kedua jenis konjungsi ini saling berlawanan satu sama lain.

Mari simak materi selengkapnya tentang konjungsi eksternal, konjungsi internal, dan contoh-contohnya berikut ini. Yuk, disimak.

 

Konjungsi Eksternal dan Contohnya

Arti dari konjungsi eksternal adalah konjungsi yang menghubungkan dua kejadian atau deskripsi benda di dalam kalimat kompleks atau di antara dua klausa simpleks.

Konjungsi yang satu ini banyak ditemukan pada beberapa jenis teks seperti teks laporan, deskripsi, eksplanasi, rekon dan juga prosedur.

Kata hubung eksternal masih terbagi lagi menjadi beberapa jenis yaitu :

  1. Penambahan, yang ditandai dengan kata dan, atau. Berfungsi untuk menambah kejadian.
  2. Perbandingan, yang ditandai dengan kata tetapi, sementara. Berfungsi untuk membandigkan kejadian atau kualitas.
  3. Waktu, yang ditandai dengan kata setelah, sebelum, sejak, ketika. Berfungsi untuk mengurutkan kejadian.
  4. Sebab-akibat, yang ditandai dengan kata sehingga, karena, sebab, jika, walaupun, meskipun. Berfungsi menjelaskan mengapa dan bagaimana peristiwa bisa terjadi.

Berikut ini beberapa contoh konjungsi eksternal :

  • Banjir disebabkan karena faktor alam dan faktor ulah manusia. (Penambahan).
  • Banjir tidak hanya disebabkan karena faktor alam saja, tetapi ada tindakan manusia seperti membuang sampah di sungai yang menyebabkan banjir. (Perbandingan).
  • Boni sedang berjalan menuju ke sekolah ketika Leo memanggilnya sambil berlari. (Waktu).
  • Jakarta sering terjadi banjir karena masyarakatnya banyak yang buang sampah sembarangan. (Sebab-akibat).

 

Konjungsi Internal dan Contohnya

Sementara itu, konjungsi internal adalah konjungsi yang menghubungkan argumentasi atau ide yang terdapat di antara dua klausa simpleks atau dua kelompok klausa.

Biasanya kata hubung yang satu ini ada pada teks eksposisi, diskusi atau eksplorasi, sebab pada dsarnya konjungsi internal berisi ekspresi pengungkapan gagasan atau dengan argumentasi.

Sama seperti konjungsi eksternal, konjungi internal juga terbagi menjadi empat jenis atau kategori yaitu :

  1. Penambahan, yang ditandai dengan kata selain itu, di samping itu, lebih lanjut. Fungsinya yaitu menambah argumen.
  2. Perbandingan, yang ditandai dengan kata tetapi, sebaliknya, sementara itu, di sisi lain. Fungsinya yaitu membandingkan argumen dan bukti.
  3. Waktu, yang ditandai dengan kata pertama, kedua, kemudian, lalu, berikutnya. Fungsinya yaitu mengurutkan argumen.
  4. Konsekuensi, yang ditandai dengan kata akibatnya, sebagai akibat, jadi, hasilnya. Fungsinya yaitu mengambil kesimpulan atau menyangkal argumen.

Berikut ini beberapa contoh dari konjungsi internal yaitu :

  • Kebiasaan buruk masyarakat yang sering membuang sampah di sungai adalah penyebab utama terjadinya banjir. Selain itu, penebangan pohon secara liar semakin terjadinya banjir. (Penambahan).
  • Karena besarnya tetesan hujan, pori-pori permukaan tanah akan tertutup sehingga infiltrasi air sangat kecil. Sebaliknya, apabila ukuran tetesan hujan kecil maka infiltrasi air menjadi sangat besar. (Perbandingan)
  • Hujan deras yang berlangsung cukup lama menyebabkan penampungan air penuh. Kemudian, air akan meluap ke daerah sekitar sehingga mengakibatkan banjir. (Waktu)
  • Sebagai akibat perubahan tata guna lahan, di daerah itu terjadi erosi sehingga sedimen masuk ke sungai dan daya tampung sungai berkurang. (Konsekuensi).

 

Contoh Konjungsi Eksternal dan Internal Lainnya

Berikut beberapa contoh konjungsi eksternal dan internal lainnya dalam kalimat bahasa Indonesia.

  • Ibu memasak makanan dan Dani mengerjakan tugas sekolah. (Eksternal).
  • Pohon yang ditebang secara sembarangan membuat hewan-hewan kehilangan tempat tinggal. Kemudian, hewan itu pun pergi dan masuk ke permukiman penduduk. (Internal).
  • Tanah longsor sering terjadi karena erosi dan lereng bebatuan yang lemah. (Eksternal).
  • Sebagai akibat dari perubahan iklim, kondisi cuaca di Indonesia menjadi tidak menentu. (Internal).
  • Ayah sudah tiba di rumah sebelum aku pulang dari sekolah. (Eksternal).
  • Paman datang ke rumahku ketika aku sedang berada di rumah teman. (Eksternal).

 

Demikian penjelasan lengkap mengenai konjungi eksternal dan internal lengkap dengan contoh-contohnya. Selamat belajar dan semoga bermanfaat.

Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Freelance, Content Writer, Bloger, dan Kontributor di beberapa media.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar