mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Materi Teks Ceramah : Pengertian, Ciri, Jenis + Contoh [Lengkap]

Materi Teks Ceramah : Pengertian, Ciri, Jenis + Contoh [Lengkap]

Materi teks ceramah

Pada kesempatan ini, Ayo Berbahasa akan menyampaikan materi tentang teks ceramah. Secara sekilas, memang jenis teks yang satu ini mirip seperti teks pidato. Namun, keduanya merupakan dua hal yang berbeda.

Jika orang yang berpidato disebut sebagai orator, maka orang yang ceramah disebut dengan penceramah. Isi teks pidato berisi tentang pendapat, sedangkan teks ceramah berisi hal-hal yang bersifat umum.

Apa Itu Teks Ceramah?

Teks ceramah merupakan teks yang isinya tentang pemberitahuan atau penyampaian suatu informasi baik pengetahuan maupun informasi umum lainnya untuk disampaikan di depan orang banyak oleh orang yang menguasai bidangnya baik secara langsung maupun melalui media elektronik dan juga digital.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ceramah diartikan sebagai pidato oleh seseorang di hadapan banyak pendengar, mengenai suatu hal, pengetahuan, dan lain sebagainya.

Tidak semua orang bisa melakukan ceramah, hanya orang-orang yang ahli di bidangnya yang bisa melakukan hal seperti itu. Sebagai contoh, ceramah tentang politik disampaikan oleh seorang pakar politik.

Baca juga : teks cerita sejarah.

Pengertian Ceramah Menurut Para Ahli

Berikut ini beberapa definisi ceramah yang disampaikan oleh para ahli :

Dimyati Dkk.

Menurut Dimyati Dkk, ceramah merupakan sebuah bentuk interaksi belajar mengajar yang dilakukan melalui penuturan dan penjelasan secara lisan oleh seorang guru terhadap sekelompok anak didiknya.

Siti Hajar Abd.Aziz

Definisi ceramah menurut Siti Hajar Abd.Aziz adalah proses komunikasi dengan orang lain dan khalayak berperan sebagai pendengarnya.

Winarno Surahmad, M.Ed

Pengertian ceramah menurut Winarno Surahmad adalah penuturan dan penerangan secara lisan oleh guru terhadap muridnya, dan mereka mendengarkan dengan teliti, sambil mencatat pokok-pokok penjelasan yang sudah disampaikan guru.

Muhibbin Syah

Muhibbin Syah mengartikan metode ceramah sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis guna menyampaikan informasi. Selain itu, ceramah juga berguna untuk mengatasi kelangkaan literatur yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan daya paham siswa.

Baca juga : teks prosedur.

Tujuan Ceramah

Secara garis besar, ada enam tujuan utama dari ceramah yaitu persuasif, informatif, deskriptif, argumentatif, naratif, dan rekreatif. Begini penjelasannya :

Tujuan Persuasif

Ceramah bertujuan untuk mengajak pendengar supaya mau mengikuti apa yang sudah penceramah sampaikan dan juga pendengar semakin yakin melakukan sesuatu yang lebih baik lagi.

Tujuan Informatif

Ceramah bertujuan untuk memberikan informasi kepada pendengar sehingga mereka dapat mengerti dan memahami informasi tersebut dengan jelas dan benar.

Tujuan Deskriptif

Tujuan ceramah selanjutnya adalah untuk melukiskan atau menggambarkan mengenai suatu kejadian.

Tujuan Argumentatif

Penyampaian ceramah juga bertujuan untuk meyakinkan pendengar mengenai suatu hal yang disampaikan oleh penceramah.

Tujuan Naratif

Tujuan naratif dari teks ceramah adalah untuk menceritakan sesuatu kepada pendengar.

Tujuan Rekreatif

Ceramah memiliki tujuan untuk menghibur pembacanya agar menjadi senang dan semakin puas.

Baca juga : teks narasi.

Ciri-ciri Teks Ceramah

Ada beberapa ciri dari ceramah yang harus kamu ketahui yakni sebagai berikut :
  • Ceramah disampaikan oleh orang yang memiliki keahlian di bidang ilmu tertentu (pakar).
  • Memiliki struktur yang lengkap mulai dari pembukaan, isi, hingga penutup.
  • Isinya harus objektif, jelas, dan benar.
  • Isinya tidak menimbulkan pertentangan di masyarakat.
  • Isinya mudah dipahami oleh semua pendengar.
  • Isinya harus sesuai kegiatan yang ada.
  • Adanya komunikasi dua atau banyak arah antara penceramah dan pendengar berupa tanya jawab, dialog, dan kolom komentar jika ceramah dilakukan secara daring.
  • Isi ceramah bertujuan untuk memberi nasihat, menghibur, mengajak yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Unsur-unsur Ceramah

Ada tiga unsur ceramah yang harus kamu ketahui yaitu penceramah, pendengar, dan juga materi. Berikut ini masing-masing penjelasannya :

Penceramah

Penceramah adalah orang yang berceramah, baik itu anak muda maupun orang dewasa asalkan menguasai apa yang disampaikannya. Tak hanya laki-laki, wanita pun juga bisa menjadi seorang penceramah.

Pendengar

Pendengar merupakan orang yang mendengarkan penceramah menyampaikan materi ceramah pada suatu tempat. Pendengar juga menerima nasehat dan petunjuk dari penceramah.

Materi

Materi merupakan hal-hal yang disampaikan oleh penceramah saat sedang melakukan ceramah. Materi harus disampaikan dengan baik dan sistematis supaya pendengar bisa lebih mudah menangkap dan memahami materi.

Baca juga : teks eksplanasi.

Jenis-jenis Ceramah

Jenis-jenis Ceramah
Ilustrasi ceramah. Sumber gambar : freepik

Teks ceramah terbagi menjadi dua jenis yaitu ceramah umum dan ceramah khusus. Apa perbedaannya?

Ceramah Umum

Ceramah umum merupakan ceramah yang berisi pesan yang ditujukan kepada khalayak luas. Tidak ada batasan siapa saja pendengar yang bisa datang, baik itu anak-anak, remaja, maupun orang dewasa.

Ceramah Khusus

Sedangkan ceramah khusus merupakan ceramah yang hanya ditujukan untuk golongan atau kaum-kaum tertentu yang lebih spesifik. Sebagai contoh ceramah tentang pentingnya menjaga kehamilan dengan pendengar atau audien ibu-ibu hamil.

Baca juga : teks berita.

Struktur Teks Ceramah

Teks ceramah terbagi menjadi tiga struktur utama yaitu pembukaan, isi, dan juga penutup. Beginilah penjelasannya :

Pembukaan

Struktur ini berisi tentang pengenalan isu, masalah, dan pengetahuan serta pandangan penceramah mengenai yang bakal disampaikan. Kurang lebih sama seperti tesis dalam teks eksposisi.

Isi

Pada bagian isi berisi tentang rangkaian argumen-argumen penceramah yang berhubungan dengan topik yang dibicarakan pada bagian pembuka. Dan argumen tersebut juga harus didukung dengan data dan fakta.

Penutup

Berisi penegasan kembali apa yang sudah disampaikan dalam ceramah. Tujuannya supaya pendengar semakin memahami materi ceramah dan tidak ada kekeliruan dalam memahaminya.

Kaidah Kebahasaan Teks Ceramah

Ada beberapa ciri atau kaidah kebahasaan yang terdapat pada teks ceramah yaitu sebagai berikut :

Menggunakan Kalimat Simpleks dan Kompleks

Ceramah mengandung kalimat simpleks dan juga kalimat kompleks. Kalimat simpleks merupakan kalimat yang terdiri atas satu klausa atau juga disebut sebagai kalimat tunggal.

Sedangkan kalimat kompleks adalah kalimat yang memiliki lebih dari satu struktur. Juga terdiri lebih dari satu predikat dan satu verba.

Menggunakan Kata Kerja Mental

Pada teks ceramah terdapat verba atau kata kerja mental. Yaitu kata kerja yang mengekspresikan sebuah respon seseorang terhadap suatu tindakan, kondisi atau pengalaman. Contohnya yaitu yakin, terharu, bahagia, tersinggung, sedih, dan lain sebagainya.

Menggunakan Kata Ganti Orang Pertama Tunggal dan Kata Ganti Orang Kedua Jamak

Pada teks ceramah terdapat kata ganti orang pertama tunggal serta kata ganti orang kedua jamak untuk sapaan. Contohnya yaitu saya, aku, kami (kata ganti orang pertam tunggal) dan ibu-ibu, bapak-bapak, dan hadirin (kata ganti orang kedua jamak).

Menggunakan Kata Teknis

Ceramah juga banyak menggunakan kata teknis atau peristirahatan. Sebagai contoh, jika seseorang ceramah mengenai bahasa dan sastra maka kata-kata yang banyak terucap yaitu sastra, kritik sastra, bahasa, majas, rima, puisi dan lainnya yang berhubungan dengan hal tersebut.

Tak hanya itu saja, teks ceramah juga banyak terdapat kata persuasif serta kata-kata yang menunjukkan hubungan sebab akibat.

Contoh Teks Ceramah Singkat Beserta Strukturnya

Sebagai penutup materi, berikut ini saya berikan satu contoh ceramah singkat lengkap dengan strukturnya yang dapat kamu pelajari :

Pembuka

Belakangan ini, pemilihan kata oleh masyarakat Indonesia cenderung semakin kasar dan tidak sopan dibandingkan zaman dulu. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya ungkapan yang dikeluarkan oleh banyak kalangan untuk menyatakan perasaan, ekspresi, maupun pendapatnya.

Contohnya seperti dalam berdemonstrasi maupun dalam rapat umum. Banyak kata - kata kasar (sarkastis) yang menyerang dan keluar dari mulut masing - masing pihak. Tentunya mendengar kata - kata seperti ini bisa membuat penerimanya sakit hati.

Isi

Fenomena ini menjadi bukti adanya penurunan standar moral, agama dan tata nilai yang berlaku dalam kehidupan sosial di Indonesia. Ketidaksantunan masyarakat juga berkaitan dengan rendahnya penghayatan masyarakat terhadap budayanya sendiri.

Mengingat sopan santun bukan hanya tentang cara berbicara dan pemilihan kata, namun juga perilaku dan tata krama. Tiap adat dan budaya di Indonesia sendiri selalu mengedepankan sopan santun dan mengajarkan tata krama kepada setiap penduduknya.

Penutup

Berbicara yang santun harusnya menjadi sebuah tradisi yang diajarkan oleh setiap orang sejak masih anak - anak. Setiap anak di Indonesia wajib dibina dan dididik untuk bisa berbahasa yang santun kepada semua orang.

Jika dibiarkan, anak akan tumbuh menjadi orang yang arogan, kasar, dan tidak mengerti nilai - nilai etika serta agama ketika sudah dewasa. Tentunya hal ini bukanlah impian dari orang tua masyrakat Indonesia.

Demikianlah pembahasan materi teks ceramah yang dapat kamu pelajari. Semoga bisa menambah dan meningkatkan wawasanmu tentang hal tersebut. Sekian dan terima kasih. (Diolah dari berbagai sumber).
Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Freelance, Content Writer, Bloger, dan Kontributor di beberapa media.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar